Asam Nukleat Virus Influenza A
Nama Produk
Kit Deteksi Asam Nukleat HWTS-RT049A berbasis Amplifikasi Isothermal Probe Enzimatis (EPIA) untuk virus Influenza A
HWTS-RT044-Kit Deteksi Asam Nukleat Virus Influenza A yang Dikeringkan Beku (Amplifikasi Isothermal)
Sertifikat
CE
Epidemiologi
Virus influenza merupakan spesies perwakilan dari famili Orthomyxoviridae. Virus ini adalah patogen yang sangat mengancam kesehatan manusia. Virus ini dapat menginfeksi inang secara luas. Epidemi musiman mempengaruhi sekitar 600 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 250.000 hingga 500.000 kematian, di mana virus influenza A merupakan penyebab utama infeksi dan kematian. Virus influenza A (Influenza A virus) adalah RNA untai tunggal negatif. Berdasarkan hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA) permukaannya, HA dapat dibagi menjadi 16 subtipe, NA dibagi menjadi 9 subtipe. Di antara virus influenza A, subtipe virus influenza yang dapat langsung menginfeksi manusia adalah: H1N1, H3N2, H5N1, H7N1, H7N2, H7N3, H7N7, H7N9, H9N2, dan H10N8. Di antara subtipe tersebut, H1, H3, H5, dan H7 sangat patogenik, dan H1N1, H3N2, H5N7, dan H7N9 sangat patut diperhatikan. Antigenisitas virus influenza A rentan bermutasi, dan mudah membentuk subtipe baru, menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Mulai Maret 2009, Meksiko, Amerika Serikat, dan negara-negara lain secara berturut-turut mengalami wabah influenza tipe A H1N1 baru, dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Virus influenza A dapat ditularkan melalui berbagai cara seperti saluran pencernaan, saluran pernapasan, kerusakan kulit, dan mata serta konjungtiva. Gejala setelah infeksi terutama berupa demam tinggi, batuk, pilek, nyeri otot, dll., yang sebagian besar disertai dengan pneumonia berat. Gagal jantung, ginjal, dan organ lainnya pada orang yang terinfeksi parah menyebabkan kematian, dan angka kematiannya tinggi. Oleh karena itu, metode yang sederhana, akurat, dan cepat untuk mendiagnosis virus influenza A sangat dibutuhkan dalam praktik klinis untuk memberikan panduan bagi pengobatan dan diagnosis klinis.
Saluran
| KELUARGA | asam nukleat IVA |
| ROX | Pengendalian Internal |
Parameter Teknis
| Penyimpanan | Cairan: ≤-18℃ di tempat gelap; Beku kering: ≤30℃ di tempat gelap |
| Masa simpan | Cairan: 9 bulan; Beku kering: 12 bulan |
| Jenis Spesimen | Sampel usap tenggorokan yang baru diambil |
| CV | ≤10,0% |
| Tt | ≤40 |
| LoD | 1000Csalinan/mL |
| Kekhususan | TTidak ada reaksi silang dengan influenza.B, Staphylococcus aureus, Streptococcus (termasuk Streptococcus pneumoniae), Adenovirus, Mycoplasma pneumoniae, Respiratory Syncytial Virus, Mycobacterium tuberculosis, Campak, Haemophilus influenzae, Rhinovirus, Coronavirus, Enteric Virus, usap dari orang sehat. |
| Instrumen yang Berlaku: | PCR Real-Time Applied Biosystems 7500 SistemSistem PCR Real-Time SLAN ® -96P Sistem PCR Real-Time LightCycler® 480 Sistem Deteksi Isothermal Fluoresensi Real-time Easy Amp (HWTS1600) |
Alur Kerja
Opsi 1.
Reagen ekstraksi yang direkomendasikan: Macro & Micro-Test Viral DNA/RNA Kit (HWTS-3001, HWTS-3004-32, HWTS-3004-48) dan Macro & Micro-Test Automatic Nucleic Acid Extractor (HWTS-3006).
Opsi 2.
Reagen ekstraksi yang direkomendasikan: Reagen Ekstraksi atau Pemurnian Asam Nukleat (YDP302) dari Tiangen Biotech (Beijing) Co., Ltd.
















-300x300.jpg)