—— Studi Kolaboratif oleh CDC Zhejiang, Macro & Micro-Test, dan CDC China yang Diterbitkan di Frontiers in Cellular and Infection Microbiology
Gambaran Umum Studi
Pada Mei 2026, Frontiers in Cellular and Infection Microbiology (JCR Q1, IF ≈ 4.6) menerbitkan sebuah makalah yang dipimpin oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Zhejiang (Zhejiang CDC), dengan tim bioinformatika dari Beijing Macro & Micro-Test Bio-Tech Co., Ltd. dan Institut Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (China CDC) sebagai penulis pendamping. Studi tersebut berjudul:
“Identifikasi dan analisis filogenetik tujuh strain Brucella abortus di Zhejiang, Cina.”

Studi ini merupakan analisis penelusuran filogenetik berbasis genom lengkap sistematis pertama dari Brucella abortus (B. abortus) di Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Tim menganalisis tujuh isolat yang dikumpulkan dari tahun 2015 hingga 2025 (empat strain asal manusia dan tiga strain asal sapi dari Jinhua, Quzhou, dan Ningbo). Temuan ini memberikan bukti genomik tentang asal dan jalur penularan "spesies dominan utara" ini di wilayah epidemi selatan yang tidak lazim di Tiongkok timur.
Latar Belakang dan Signifikansi
Brucellosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri dari genus Brucella. Brucella abortus terutama menginfeksi sapi tetapi juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Di Tiongkok, brucellosis menunjukkan variasi geografis yang mencolok: insiden tertinggi terjadi di provinsi-provinsi utara (misalnya, Mongolia Dalam, Shanxi, Heilongjiang). Sebaliknya, provinsi-provinsi selatan, termasuk Zhejiang, secara historis didominasi oleh Brucella melitensis, dengan sangat sedikit kasus B. abortus yang dilaporkan. Perbedaan regional ini menjadikan karakterisasi genetik dan penelusuran sumber B. abortus di Zhejiang sebagai prioritas utama kesehatan masyarakat.
Metode dan Temuan Utama
Tim peneliti mengadopsi strategi multi-aspek yang menggabungkan biologi molekuler dan bioinformatika:
1.Identifikasi patogen dan penentuan tipe dasar
PCR gen BCSP-31 dan AMOS-PCR mengkonfirmasi bahwa ketujuh isolat tersebut adalah B. abortus.
Penentuan tipe sekuens multilokus (MLST) berdasarkan sembilan gen pengatur rumah tangga mengungkapkan bahwa semua isolat termasuk dalam tipe sekuens ST2, yang menunjukkan homogenitas genetik yang tinggi di antara strain B. abortus yang beredar di Zhejiang.

2.Karakterisasi seluruh genom
Pengurutan seluruh genom dilakukan pada platform Illumina NovaSeq. Analisis identitas nukleotida rata-rata (ANI) menunjukkan bahwa isolat Zhejiang memiliki kemiripan hingga 99,99% dengan strain referensi B. abortus 544.
Analisis pan-genom mengungkapkan populasi yang sangat lestari: 3.084 gen inti diidentifikasi, bersama dengan hanya 10 gen cangkang, dan tidak ada gen inti lunak atau gen awan yang terdeteksi.
3.Profil gen virulensi dan resistensi antimikroba
Sebanyak 68 faktor terkait virulensi diprediksi, meliputi jalur klasik seperti biosintesis LPS, sistem sekresi T4SS, dan sistem regulasi dua komponen BvrR-BvrS. Yang menarik, semua isolat tidak memiliki gen adhesin bmaA dan btaF. Analisis gen resistensi hanya mendeteksi gen mprF dalam basis data CARD, tanpa determinan resistensi lain yang teridentifikasi.
4. Rekonstruksi filogenetik dan penelusuran transmisi
Analisis polimorfisme nukleotida tunggal genom inti (cgSNP) menempatkan isolat Zhejiang pada posisi spesifik dalam pohon filogenetik global. Hasilnya menunjukkan bahwa strain Zhejiang membentuk kelompok monofiletik bersama dengan strain dari Rusia, Mongolia, dan beberapa provinsi di Tiongkok utara (Ningxia, Heilongjiang, Mongolia Dalam, Hebei, Gansu, Beijing). Kelompok ini selanjutnya terbagi menjadi tiga subklade yang berbeda (Klade 1–3), menunjukkan beberapa peristiwa introduksi independen.
Kesimpulan dan Implikasi
Studi ini menyediakan dataset genomik presisi tinggi pertama dari B. abortus di Provinsi Zhejiang dan menghasilkan beberapa kesimpulan utama:
- Clear latar belakang genetik– Galur B. abortus yang beredar di Zhejiang termasuk dalam ST2, memiliki konservasi genom yang tinggi, dan mewakili garis keturunan bruselosis sapi yang khas.
2. Evibukti penularan lintas wilayah– Analisis filogenetik tidak mendukung keberadaan garis keturunan endemik independen di Zhejiang. Sebaliknya, data tersebut sangat menunjukkan bahwa strain-strain ini berasal dari Tiongkok utara dan mungkin memiliki latar belakang evolusi yang sama dengan strain dari Rusia dan Mongolia. Kehadiran tiga subklade menyiratkan beberapa peristiwa introduksi terpisah.
3. Implikasi kesehatan masyarakat– Temuan ini menggarisbawahi nilai pengawasan genomik untuk bruselosis bahkan di wilayah yang secara tradisional bukan daerah endemik seperti Zhejiang. Meskipun jumlah kasus saat ini rendah, alat beresolusi tinggi seperti cgSNP dapat secara efektif melacak sumber wabah impor dan memberikan bukti ilmiah untuk menghentikan rantai penularan yang terkait dengan transportasi ternak antar provinsi.
Penelitian ini tidak hanya mengisi kesenjangan penelitian di Provinsi Zhejiang, tetapi juga menyediakan data dasar baru untuk pengawasan patogen dan penilaian risiko bruselosis di wilayah Delta Sungai Yangtze.
Informasi Makalah:
Yang, Y., Shi, X., Chen, J., Wang, L., Wu, Z., Yao, W., … & Wu, B. (2026). Identifikasi dan analisis filogenetik tujuh strain Brucella abortus di Zhejiang, Cina. Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, 16, 1758965.
Waktu posting: 10 Juni 2026

