Respons Multinegara terhadap Klaster Hantavirus Andes: NAAT dan Pengurutan Seluruh Genom sebagai Alat Penting

Pada bulan April 2026, kapal pesiar ekspedisi kutub berbendera BelandaMS HondiusBerangkat dari Ushuaia, Argentina. Pada tanggal 6 April, seorang penumpang mengalami demam dan sakit kepala, dan meninggal di dalam pesawat lima hari kemudian. Istrinya juga jatuh sakit dan meninggal setelah dipindahkan ke Afrika Selatan. Selanjutnya, seorang penumpang Inggris berusia 69 tahun dinyatakan positif hantavirus dan masih dirawat di ruang perawatan intensif. Hingga 13 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan11 kasus dan 3 kematianterkait dengan wabah di kapal tersebut.

I. Gambaran Umum Virus dan Jenis Patogen

Hantavirus adalah kelompok virus RNA yang sebagian besar dibawa oleh hewan pengerat, termasuk dalam genus Orthohantavirus dalam famili Bunyaviridae. Genomnya terdiri daritiga segmen (L, M, dan S), yang masing-masing mengkodekan RNA-dependent RNA polymerase, glikoprotein, dan protein nukleokapsid. Berdasarkan distribusi geografis dan manifestasi klinis, hantavirus diklasifikasikan menjadidua kelompok utama:

Virus hantavirus Dunia Lama(ditemukan di Eropa, Asia, dan Afrika) menyebabkanDemam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS)Virus-virus yang menjadi contoh antara lain virus Hantaan (HTNV), virus Seoul (SEOV), dan virus Puumala (PUUV). Virus-virus ini terutama menyerang ginjal, menyebabkan gangguan fungsi ginjal, manifestasi perdarahan, dan dalam kasus yang parah, syok. Tingkat kematian kasus bervariasi tergantung jenis virusnya, tetapi umumnya berkisar antara...<1% hingga 5-15%.

Virus hantavirus Dunia Baru(beredar di Amerika Utara dan Selatan) menyebabkanSindrom Paru Hantavirus (HPS)Virus-virus yang menjadi contoh antara lain virus Sin Nombre (SNV) dan virus Andes (ANDV). Virus-virus ini terutama menyerang paru-paru, menyebabkan edema paru non-kardiogenik yang timbul dengan cepat, gangguan pernapasan berat, dan gangguan kardiovaskular. Gejala awal mirip flu (demam, mialgia, keluhan gastrointestinal), tetapi penyakit ini dapat dengan cepat berkembang menjadi gagal napas.angka kematian kasus mencapai 30-50%.

Wabah di kapal pesiar tersebut terutama disebabkan olehVirus Andes (ANDV), yang termasuk dalamSindrom Paru Hantavirus (HPS)subtipe.

II. Hantavirus yang Berasosiasi dengan HFRS Tradisional vs. Virus Andes (HPS)

HFRS tradisional

III. Cara Transmisi

Virus Hanta terutama ditularkan melaluikontak langsung dengan feses, air liur, atau urin hewan pengerat yang terinfeksi, atau denganmenghirup kotoran yang berbentuk aerosolRute lain yang mungkin meliputi:

-Digigit atau dicakar oleh hewan pengerat yang terinfeksi;

-Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi;

-Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah bersentuhan dengan barang yang terkontaminasi.

Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi., tetapi telah dikonfirmasi untukVirus Andes (ANDV).

IV. Pelacakan Kontak Hantavirus Global – Pengujian dan Pengurutan Asam Nukleat sebagai Teknologi Inti

Menyusul wabah ANDV, otoritas kesehatan di lebih dari sepuluh negara – termasuk Spanyol, Inggris Raya, Amerika Serikat, Kanada, dan Swiss – secara bersamaan meluncurkan pelacakan kontak dan pemantauan karantina. Prancis, Amerika Serikat, dan negara-negara lain terus melacak status kesehatan warga negara mereka yang kembali dari kapal yang terkena dampak.

Dalam respons darurat multi-negara ini,pengujian asam nukleat dan pengurutan genomtelah memainkan peran inti yang sangat penting:

-Pengujian asam nukleatmemberikan bukti pasti untuk identifikasi patogen secara cepat;

-Pengurutan genomMenawarkan bukti molekuler yang tak tergantikan untuk melacak sumber infeksi, mengkonfirmasi rantai penularan, dan menilai perubahan virus.

V. Solusi Deteksi untuk Hantavirus (Terutama Tipe HPS)

1. Identifikasi Patogen Dini

1.1 Pengujian di Tempat Perawatan (Point-of-Care Testing/POCT)
Pemeriksaan akurat dan pengujian darurat –dari sampel hingga hasil dalam 1 jam.
Tantangan Diagnostik & Solusi Molekuler Cepat Pengujian di Tempat Perawatan
1.2 PCR Konvensional
PCR Konvensional

2. Solusi Pengurutan

Untuk identifikasi patogen dan pelacakan wabah dalam kasus-kasusdemam yang tidak diketahui penyebabnya, gangguan pernapasan, atau manifestasi perdarahan..
manifestasi perdarahan

Fitur utama:

Fitur inti

VI. Data Kinerja Terverifikasi

Pengurutan genom lengkap berbasis penangkapan probe pada sampel positif hantavirus telah berhasil dilakukan.Cakupan genom >99% pada kedalaman 30×.
Data Kinerja Terverifikasi

Peng genotyping hantavirus berbasis air limbah dan analisis proporsi subtipe dapat dilakukan.
proporsi subtipe

VII. Perlengkapan Terkait

Kit Terkait


Waktu posting: 14 Mei 2026